Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bangkitnya Kembali Tembang-tembang Nostalgia


Di era tahun 1980an blantika musik Indonesia diwarnai oleh penyanyi-penyanyi yang sangat menggugah hati melalui syair lagu yang dinyanyikan. Sebut saja Pance F. Pondaag, Broery Marantika, Dian Pisesha, Benny Panjaitan bersaudara (Panbers), Nia Daniaty, Betharia Sonata, Meriam Bellina, D’Lloyd dan beberapa penyanyi yang sangat terkenal dikala itu. Lagu yang mereka nyanyikan berisi pesan yang dikontekskan dengan kehidupan sehari-hari seperti percintaan, kehidupan sosial, kenangan hidup, refleksi hidup dan berbagai perspektif yang diangkat dalam syair lagu yang dinyanyikan. Ini menunjukkan bahwa musik Indonesia tidak kalah dengan musik-musik yang populer di dunia dan sudah terlebih dahulu dikenal di seantero dunia. Para penyanyi ini mampu menunjukkan kepopulerannya melalui tema lagu dan karakter suara yang dimiliki.  

Salah satu penyanyi yang membuat penulis selalu mengingat karakter musik yang disajikan kepada khalayak luas adalah Pance F. Pondaag, musisi asal Manado ini sangat menyentuh hati para penikmat musik di Indonesia jika mendengarkan lagu ciptaannya. Genre yang diangkat dalam lagu yang diciptakan adalah genre pop beat. Pop beat merupakan genre yang sangat booming di era tahun 1980-an. Dengan melihat potensi musik yang disajikan, Pance Pondaag menciptakan lagu yang bertemakan kehidupan cinta yang terjadi di kala itu. Karyanya sangat terkenal melalui lagu seperti: Kucari jalan terbaik, Demi kau dan si buah hati, Walau hati menangis, Tak ingin sendiri dan berapa lagu ciptaan dari sang musisi yang namanya melegenda sampai sekarang. Lagu-lagu tersebut kembali dinyanyikan oleh penyanyi yang juga dipopulerkan oleh sang legenda ini. Sebut saja Meriam Bellina, Dian Pisesha dan beberapa penyanyi yang hits pada saat itu. Dengan talenta yang dimiliki oleh sang musisi legenda ini, lagu-lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi tersebut terus terngiang di telinga pendengar setianya sampai sekarang.

Era 1990-2000an adalah era kejayaan musik Indonesia, penyanyi yang populer di tahun 1980-an sudah berada diatas angin dalam mempopulerkan lagu ciptaan para musisi legendaris. Munculnya penyanyi seperti Iwan Fals, Glenn Fredly, Anggun, Ruth Sahanaya, Vina Panduwinata, Desy Ratnasari, Nike Ardilla, dan beberapa penyanyi yang populer saat itu menambah khasanah musik di Indonesia melalui genre yang disajikan dan memiliki ciri khas tersendiri. Dengan varian genre lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi-penyanyi tersebut, kekayaan musik Indonesia sangat beragam. Pecinta musik Indonesia berasumsi bahwa era 1980-2000an adalah era keemasan para penyanyi Indonesia.

Di era millenium atau era millenial seperti sekarang ini, tembang-tembang kenangan (baca: nostalgia) seakan tersisih di telinga kaum millenial, karena kaum tersebut lebih suka mendengar lagu-lagu yang berbasis pop yang dipopulerkan oleh grup band yang muncul di era tahun 2000-an.Musik di Indonesia juga dipengaruhi oleh genre dari luar negeri. Sebut saja genre K-pop (Korea) yang paling digemari oleh kaum millenial terutama para cewek-cewek pecinta budaya Korea. Tetapi patut disyukuri sekarang ini, tembang-tembang kenangan tersebut kembali dipopulerkan oleh penyanyi yang memulai karir di daerah-daerah. Sebut saja Afdy James Sialangan, Vanny Vabiola dan beberapa penyanyi yang berkarir di daerah kembali mempopulerkan tembang lama ini melalui sebuah re-makeatau daur ulang yaitu cover lagu. Melalui cover lagu yang dipopulerkan kembali oleh penyanyi asal daerah ini, membuat kenangan pendengarnya kembali ke era keemasan musik Indonesia. Bravo !

Penulis: Ben Azel Salu (Mahasiswa Pascasarjana IAKN Toraja)

Post a Comment for "Bangkitnya Kembali Tembang-tembang Nostalgia"