Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

CORONA VS KONSPIRASI MASYARAKAT

 


Jika berbicara tentang Corona, pemikiran masyarakat luas akan tertuju kepada dampak, bahaya serta efek yang ditimbulkan oleh virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok ini. Banyak dampak yang ditimbulkan oleh virus corona, selain dari dampak terhadap kesehatan dampak dari virus ini juga merambah ke sektor perekonomian serta tatanan sosial kehidupan masyarakat. Intinya bahwa pandemi Covid-19 sudah menjadi keadaan yang membuat masyarakat sangat terbatas baik dari segi ekonomi, aktivitas sosial, bahkan mata pencaharian seakan terputus oleh karena dampak yang ditimbulkan oleh Corona. Bisa dibayangkan ketika masyarakat ingin melakukan aktivitas dan dibatasi oleh bayang-bayang keganasan virus Corona. Selain bayang-bayang bahaya Corona, masyarakat sudah enggan untuk bersilahturahmi kepada kerabat, keluarga dan relasi mereka. Mengapa? Realita itu dilakukan oleh masyarakat semata-mata untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di tengah-tengah masyarakat, sebab Covid-19 terus mengintai siapa saja yang tidak mengindahkan Protokol Kesehatan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

Dibanding sebelum pandemi global corona ini, masyarakat dengan seluas-luasnya melakukan aktivitas sosial dan aktivitas perekonomian tetap stabil setelah krisis moneter 1998 silam. (1) Masyarakat bebas untuk beribadah sesuai dengan keyakinannya di rumah ibadah, (2) Masyarakat diperkenankan beraktivitas transaksi jual beli di pasar dan pusat-pusat perbelanjaan, (3) Para pekerja kantor dapat berkantor sesuai dengan jam operasional kantor, (4) Konektivitas lalu lintas baik darat, laut dan udara berjalan dengan lancar dan efektif, (5) Silaturahmi masyarakat berjalan dengan baik, dan berbagai aktivitas sosial yang dilakukan oleh masyarakat luas, (6) Kesehatan bukan menjadi prioritas utama dan masyarakat sebebas-bebasnya untuk melanggar Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta beberapa realita yang terjadi dalam kehidupan sosial masyarakat. Itu adalah sebagian contoh kongkrit yang terjadi sebelum pandemi Corona mewabah di seluruh seantero dunia dan masyarakat senantiasa hidup normal dalam menjalani hidup karena tidak ada hambatan dan tantangan yang kompleks dalam hidupnya.

Pandemi global corona mengejutkan seantero dunia, dampak yang ditimbulkan sangat luar biasa. Kebiasaan yang dilakukan masyarakat sebelum pandemi telah sirna karena dampak yang ditimbulkan oleh Covid-19. Protokol kesehatan adalah sebuah perilaku yang absolute dilakukan oleh semua masyarakat tanpa memandang umur, status, jabatan, suku, agama, ras dan antargolongan. Perilaku tersebut dilakukan masyarakat luas semata-mata menghindari virus Corona dan mendukung pemerintah untuk berjuang memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tapi disayangkan di beberapa daerah di Indonesia terutama daerah-daerah yang dikategorikan zona merah, ada beberapa masyarakat kurang peduli terhadap protokol kesehatan. Mereka beranggapan bahwa perilaku tersebut adalah sesuatu yang konyol dan tidak layak dilakukan karena tidak memiliki pengaruh yang besar bagi pribadinya. Patut disyukuri bahwa hampir semua masyarakat melek terhadap protokol kesehatan karena mereka sadar akan kesehatan yang dimiliki, sehingga kesehatan menjadi sebuah prioritas utama dalam menjalani kehidupan sosialnya. Sehingga kehidupan mereka terhindar dari incaran Covid-19 yang semakin hari mengancam siapa saja yang tidak mengindahkan Protokol Kesehatan. Harapan bersama dalam situasi pandemi corona adalah tetap intens untuk berjuang melawan penyebaran Covid-19 agar virus ini tidak menulari semua orang. Sayangi diri, keluarga, dan masyarakat agar terhindar dari virus Corona. Salam Sehat !

Penulis : Ben Azel Salu (Mahasiswa Pascasarjana IAKN Toraja)

Post a Comment for "CORONA VS KONSPIRASI MASYARAKAT"