Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

IMPLEMENTASI SIARAN SEHAT MELALUI PENYIARAN RADIO

 


Siaran sehat dapat diartikan secara meluas yaitu perwujudan terhadap siaran yang berkualitas, bermartabat serta bermanfaat bagi khalayak. Ketika siaran sehat diperhadapkan dengan khalayak luas, muncul beberapa asumsi dari khalayak itu sendiri, seperti : (1) Siaran sehat sebagai koridor dalam melakukan kerja media, (2) Siaran sehat sebagai alat untuk mengawasi konten, (3) Siaran sehat sebagai penentu arah dan tujuan dalam menyampaikan informasi, (4) Siaran sehat sebagai komitmen untuk memerangi disinformasi dan beberapa asumsi yang muncul di kalangan khalayak. Jika didefenisikan siaran sehat adalah sebuah kekuatan yang dimiliki oleh media elektronik untuk mewujudkan siaran yang baik, benar, bertanggungjawab serta memiliki kebenaran yang hakiki. Dalam merelevansikannya dengan teori media-media, siaran sehat ini adalah salah satu wujud yang penting bagi tanggungjawab media yaitu menyampaikan informasi yang seluas-luasnya dan memiliki kebenaran yang dipertanggungjawabkan.

Berbicara soal Radio, Indonesia sudah mengenal penyiaran Radio sejak kemerdekaan Indonesia. Penyiaran radio merupakan penyiaran yang pertama di Indonesia sejak Indonesia merdeka. Jasa penyiaran radio sangat berarti bagi kemerdekaan Indonesia. Melalui siaran Radio, kemerdekaan Indonesia terus diberitakan sampai ujung nusantara dari Sabang – Merauke, Miangas – Pulau Rote. Radio Republik Indonesia (RRI) adalah perusahaan jawatan yang didirikan pemerintah untuk mewujudkan penyiaran Radio di Indonesia. Dalam konteks awal kemerdekaan Indonesia, radio satu-satunya alat untuk memberikan informasi yang terjadi kala itu, sehingga khalayak saat itu berbondong-bondong untuk mencari tempat dimana pesawat Radio berada untuk sekedar mendengar informasi yang disampaikan oleh siaran Radio itu. Eksistensi radio terus berlanjut tahun lepas tahun sebagai alat untuk menyampaikan informasi kepada khalayak.

Era 1980-2000an merupakan era keemasan radio, melalui siaran radio khalayak dapat menikmati siaran radio favorit seperti berita, musik, olahraga, talkshow dan berbagai acara yang diperdengarkan oleh stasiun radio. Dengan varian yang disiarkan oleh stasiun Radio membuat pendengar (baca; khalayak) sangat tersanjung dengan program acara yang didengarkannya, sampai-sampai para pendengar membentuk komunitas untuk menyatukan para pendengar yang mendengarkan acara yang didengarkan. Itu merupakan salah satu kecintaan mereka terhadap acara yang diperdengarkan oleh stasiun Radio. Bisa dipungkiri bahwa Radio-radio di Indonesia kala itu menjadi sebuah bisnis yang menjanjikan, karena melalui bisnis penyiaran Radio mampu membuka keran ekonomi bagi khalayak, terutama yang menggeluti bidang usaha kecil menegah. Karena tawaran iklan yang ditawarkan oleh stasiun Radio itu sangat menjangkau khalayak dari kalangan pengusaha kecil dan menengah. Selain jangkauan iklan yang “murah-meriah”, sasaran rating (jumlah pendengar) yang menjadi ciri khas tersendiri bagi pengiklan yang akan mengiklankan usahanya di stasiun Radio.

Era sekarang ini, siaran radio seakan-akan meredup. Ini disebabkan oleh pertumbuhan media baru (new media) semakin masif sehingga Radio mulai kehilangan tajinya. Tetapi beberapa strategi yang dilakukan oleh pengelola stasiun Radio sehingga penyiaran Radio yang dikelolanya tetap eksis dan bertahan sampai sekarang ini. Tetapi harus memperhatikan kesehatan siaran radio yang disiarkan, sehingga implementasi siaran sehat yang dilakukan oleh pengelola siaran radio benar-benar nyata di hadapan khalayak. Sekali di udara, tetap di udara (Slogan RRI) !

Penulis : Ben Azel Salu (Pemerhati penyiaran, Warga Toraja)

Post a Comment for " IMPLEMENTASI SIARAN SEHAT MELALUI PENYIARAN RADIO"