Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

KOMUNIKASI MASSA: KEKUATAN EKSISTENSI MEDIA BARU

 



Berbicara tentang Komunikasi Massa, hal ini adalah sebuah gaya komunikasi yang menjangkau khalayak. Melalui media massa, komunikasi tersebut menyampaikan pesan yang dapat sampai di tengah-tengah khayalak. Menurut literatur yang dipublikasi oleh laman situs wikipedia dapat didefenisikan sebagai proses dalam tubuh organisasi media untuk membuat, mengolah dan menyampaikan pesan itu terhadap khalayak. Melalui organisasi media yang menjadi alat untuk menyebar-luaskan pesan yang dimuat dalam informasi itu menjadi sebuah pengaruh dan mencerminkan budaya khalayak sehingga pesan yang disampaikan benar-benar disampaikan kepada khalayak luas secara serentak dan beragam, selain alat untuk menyebar-luaskan pesan, organisasi media menjadi bagian sebagai institusi yang menghadirkan informasi yang benar, akurat bahkan dapat dipercaya oleh khalayak.

Jika dikaitkan dengan media baru, komunikasi massa sangat memiliki keterkaitan dengan media tersebut. Dalam sebuah literatur, media baru adalah sebuah terminologi yang menjelaskan tentang konvergensi media lama menuju media baru. Pembentuknya adalah digital yang menjadi sebuah motor untuk menggerakan media baru tersebut melalui internet. Menurut Marshall McLuhan media baru adalah sebuah perkembang komunikasi yang menjangkau komunikan dalam hal ini manusia sebagai objek dari komunikasi itu, sedang dalam buku Enyclopedia of New Media (2003) mengatakan bahwa tidak ada defenisi yang pasti mengenai new media, tetapi media baru ini terus berkembang dengan pesat dan tetap konsisten pada jalur yang dilaluinya. Dalam eksistensi media baru, media tersebut berkembang dengan pesat sesuai dengan kondisi dan situasi yang terjadi dalam perputaran arus informasi yang sangat deras. Komunikator (sender) dalam hal ini organisasi media baru menjadi dapur pengolah sebuah informasi tetap berkomitmen dan terus konsisten dalam menyampaikan informasi itu agar diterima dengan baik oleh khayalak. Demikian pula dengan komunikan (receiver) yang menerima pesan melalui informasi yang disampaikan dari komunikator, harus mengolahnya dengan baik melalui pendalaman terhadap sumber informasi, pengawasan konten yang tertuang dalam informasi serta menganalisa kebenaran yang terkandung dalam informasi tersebut, agar tidak terjadi disinformasi ditengah-tengah khalayak sehingga pesan yang terkandung dalam sebuah informasi dan memiliki makna yang mendalam.

Melihat perkembangan Media baru, era millenial ini merupakan sebuah zaman yang menjadi sasaran empuk bagi disinformasi karena perputaran informasi yang terus berkembang. Dengan komunikasi massa yang menjadi sebuah jalan untuk membentuk eksistensi media baru. Melalui media baru pesan-pesan yang dikandung oleh informasi tersampaikan dengan baik melalui komunikasi massa. Tetapi ada koridor yang harus dilalui oleh media baru untuk dapat menyampaikan pesan melalui sebuah informasi. Adapun koridornya adalah (1) Seleksi pesan yang dikandung oleh sebuah informasi, (2) Pengawasan konten yang masif dan intens oleh khalayak, (3) Analisis kebenaran dan sumber informasi yang disampaikan, (4) Penggalian lebih dalam terhadap pesan yang dikandung oleh sebuah informasi. Sejatinya komunikasi massa adalah benang merah dari media baru melalui eksistensi yang dikomunikasikan, tetapi demikian media baru harus memiliki tanggung jawab baik secara etika komunikasi bahkan moral untuk menyehatkan informasi yang disampaikan oleh media baru agar tidak terjadi disinformasi ditengah-tengah khalayak dan tidak berpotensi membohongi khalayak luas.

Penulis : Ben Azel Salu, S.I.Kom (Pegiat Sosial media, Warga Toraja)

Post a Comment for "KOMUNIKASI MASSA: KEKUATAN EKSISTENSI MEDIA BARU"