Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

MANAJEMEN SIARAN DALAM ORGANISASI TELEVISI

 


Jika berbicara soal manajemen tentunya para khalayak memahaminya sebagai pengaturan dalam sebuah organisasi atau mungkin khalayak berpikir mengenai manajemen keuangan, ataukah regulasi dalam sebuah tindak kehidupan sosial? Itu adalah beberapa pemahaman sekaligus asumsi dari penulis tentang manajemen, sehingga dapat disimpulkan melalui asumsi tersebut bahwa manajemen adalah sebuah fungsi untuk mengatur organisasi beserta perangkatnya agar terbentuk sebuah organisasi yang maju, mapan, dan mampu memberikan dampak yang besar bagi khalayak (baca: dampak positif). Jika dikaitkan dengan organisasi televisi maka hal ini juga diterapkan karena manajemen-lah yang membentuk organisasi TV menjadi kuat dan memiliki ciri tersendiri di mata khalayak.

Ketika mengangkat tulisan ini, penulis mengingat kenangan tujuh tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2013 silam, saat menyelesaikan pendidikan menengah atas di Palu, Sulawesi Tengah. Penulis dengan yakin membuat lamaran kerja di salah satu stasiun Televisi swasta lokal disana. Termotivasi oleh seorang kakak tingkat yang sudah lebih dulu berkarir di tempat tersebut, penulis mencoba untuk melamar pekerjaan di stasiun TV itu. Berbekal ilmu sewaktu magang di “seberang” TV lokal swasta Palu, penulis mengharap akan diterima di stasiun TV di Palu yang sangat terkenal itu. Sebulan menunggu jawaban, dan penulis menghadap ke Pimpinan Redaksi dari organisasi TV itu dan akhirnya diterima bergabung dalam organisasi Televisi itu. Suka-duka ditempuh penulis selama berada sebagai kru di organisasi itu, semua divisi yang dibentuk penulis masuki semua, karena organisasi itu kekurangan personil, sehingga penulis menutupi kekurangan mereka. Satu tahun berbagi ilmu, suka, duka dengan mereka itu membuat penulis kurang puas pada keilmuan yang diperoleh, sehingga di pertengahan tahun 2014 penulis mengundurkan diri sebagai Produser News dan memilih untuk melanjutkan pendidikan di Universitas yang sangat dikagumi di Makassar yaitu Universitas Hasanuddin dan memilih jurusan Ilmu Komunikasi disana.

Berbicara tentang manajemen televisi, ada banyak hal yang harus dipahami (1) Ketaatan organisasi televisi terhadap regulasi yang berlaku dalam menyiarkan tayangan yang disajikan, (2) Struktur organisasi harus jelas dan memiliki jobdesk yang mampu dipahami oleh semua kru, (3) Perangkat siaran harus prima dan dibenahi sesuai dengan standar operasional yang ditetapkan, (4) Peralatan pendukung juga harus memenuhi standar siaran agar kualitas tayangan menjadi prima, (5) kecakapan dan profesionalisme jurnalistik, (6) Tayangan yang disajikan benar-benar sehat agar khalayak tidak merasa ada kejanggalan terhadap produk siaran yang ditayangkan, (7) Pengawasan konten yang disajikan dalam produk siaran merupakan hal yang penting dilakukan, (8) Etika komunikasi yang disampaikan kepada khalayak dalam menyajikan produk siaran. Dan beberapa koridor yang terkait dengan manajemen organisasi dalam penyiaran televisi. Asumsi-asumsi yang telah dikemukakan merupakan sebuah standar dalam kegiatan penyiaran dan wajib dipenuhi dan ditaati oleh organisasi televisi apapun bentuk kelembagaannya. Sehingga terimplementasi dengan benar tentang penyiaran yang benar, akurat, tidak menimbulkan kebohongan publik pada khalayak bahkan menjadi referensi yang terpercaya di hadapan khalayak. Juga yang terpenting dalam manajemen organisasi Televisi ialah adanya kepercayaan atau trust dari khalayak sehingga melalui kekuatan manajemen dalam Televisi mampu menjadi sebuah tonggak untuk tetap menjadi organisasi yang dipercaya oleh khalayak luas. Semoga !

Penulis: Ben Azel Salu, S.I.Kom (Pemerhati penyiaran, Warga Toraja)

Post a Comment for " MANAJEMEN SIARAN DALAM ORGANISASI TELEVISI"