Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Negeriku Sakit Keras

 


Tuan dan puan DPR kami
Suara bising Selalu terlintang
Dan terdengar nyaring di telinga mu
Apakah tuan tidak merasa tuli
Mendengarnya.

Revisi RUU yang tuan buat
Membuat rakyat menjerit
Atas rusaknya akal rasio
Perwakilan rakyat.

Perlakuan mu membuat kami terdisriminasi dan tertantang atas kebijakan yang kalian buat tanpa mengikuti asas yang ada yaitu Demokrasi..

Sungguh keji wakil rakyat kami
Olehnya itu
Kami minta agar RUU segerah di cabut sebab semua nya sangat berdapak besar terhadap rakyat.

Selama RUU belum di cabut
Kami di sini tak akan pernah pergi
Dan berhenti bersuara di bawah terik matahari..

Bagi kami
Perihnya matahari tak seberapa
Dengan perih yang rakyat rasakan saat ini..

Sebab harapan rakyat telah kalian bungkam dengan sifat oligarki
Kalian berbuat seenaknya
Karna kalian tiap hari menerima gaji

Lantas bagaimana dengan rakyat awam, jangan lihat orang tuanya
Tapi lihatlah anaknya jangankan berkas negara wujud mu dari ujung kaki sampai ujung rambut mampu mereka kupas dan telanjangi..

Telanjangi dengan apa
Pengetahuan yang orang tuanya didik selama menempuh di perguruan tinggi.

Tanpa kalian sadari
Bahkan kalian sadari
Bahwa kita di ciptakan dari unsur yang sama secara otomatis
Kalian pun ikut menindas orang tua kalian sendiri..

Tuan dan puan DPR kami
Engkau hanya berlabel kan wujud
Manusia tapi fikiran mu layaknya seperti hewan peliharaan..

Jika kalian hanya melihat kami
Di kursi emas mu
Maka engkau adalah orang yang tak waras dan pantas untuk di kasihani.

Kawan-kawan sekalian
Besok kita akan bertempur
Melawan kapitalis

Olehnya itu
Mulai hari ini mari kita cabut
Hak asasi manusia
Jika kita menginginkan negara ini
Maju dan berkembang..

Jangan pernah kita gunakan rasa
Agar keadilan ini dapat di tegakan dengan baik dan benar jika rasa 

Bergerak bukan berarti kita membenci melainkan memperbaiki sistim yang tercecer..

Salam pergerakan

Penulis.
Tirani senja
Oktober, 07-10-2020

Post a Comment for "Negeriku Sakit Keras"