Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

TEMBANG TORAJA BOOMING DI ERA MILENIAL

 

Sumber: google.com

Lagu daerah merupakan ciri khas dari suatu daerah, dengan lagu daerah akan membuat pendengarnya kembali bernostalgia dengan kampung halamannya, mengingat tentang hidupnya waktu masih menetap di kampung halaman terutama bagi seseorang yang telah menetap di rantau orang, mengisahkan kisah-kisah yang terjadi di kampung halaman dan beberapa asumsi yang mendukung mengenai lagu-lagu daerah yang diciptakan oleh musisi daerah.  Sebut saja Anci Laricci (Makassar), Iwan Tompo (Makassar), Meity Baan (Toraja), Connie Mamahit (Manado), Isti Julistry (Manado), Dian Ekawaty (Makassar), dan beberapa penyanyi yang dikenal melalui lagu daerah. Penyanyi yang penulis sebutkan merupakan contoh penyanyi daerah yang populuer dari tanah Celebes (Sulawesi) yang sangat tekenal di era-1980-2000an.

Konteks ini juga ada di Toraja, daerah yang dikenal dengan pariwisata adat dan budayanya. Lagu-lagu Toraja sudah mulai populer di era 1980-an, seperti lagu Marendeng Marampa’, Tomepare, Sarira Parerung, E Tondokku dan beberapa judul lagu Toraja yang dipopulerkan oleh artis daerah era tersebut. Lagu-lagu tersebut diciptakan oleh musisi Toraja untuk menjawab kerinduan diaspora dan seluruh masyarakat Toraja terhadap adat dan budaya Toraja yang dituangkan melalui karya musik dan bisa dikenang oleh masyarakat Toraja baik yang berdomisili di Toraja bahkan diaspora yang merantau di luar Toraja. Mereka sangat kagum terhadap karya musik melalui lagu-lagu yang diciptakan oleh musisi-musisi Toraja. Kerinduan kepada kampung halaman melalui lagu sangat mengobati para diaspora yang mencari sesuap nasi di rantau orang, dengan mendengarkan lagu Toraja seakan membawa mereka kepada kenangan masa lalu ketika masih berada di seluruh kecamatan dan lembang/ kelurahan dilingkup Tondok Lepongan Bulan, Tana Matari’ Allo.

Kejayaan tembang Toraja mulai di era tahun 1990-an, dengan munculnya musisi yang hits dan penyanyi yang begitu luar biasa memperlihatkan bakat dan talentanya di bidang tarik suara kala itu. Sebut saja Efraim Allositandi, Daniel Tandirogang, Pdt. Hebron Laga’, Picer Hutahean, dan beberapa penyanyi yang mulai menunjukkan karirnya di Toraja membuat warna blantika musik di Toraja menjadi sebuah harmoni yang sedap didengar dan dihayati syair demi syair lagu yang dinyanyikan. Memasuki era tahun 2000-an merupakan puncak dari blantika musik Toraja, hadirnya penyanyi bergenre pop seperti Salma Margaretha, Ivo Lestari Payung, Rista Tangirerung, Nafiri Singers, Trio Gideonz, Trio Nobel dan penyanyi-penyanyi lain membuat blantika musik Toraja lebih berwarna. Hadirnya para penyanyi yang penulis kemukakan menjadi sebuah gambaran bahwa musik Toraja tidak kalah dengan musik-musik yang lainnya yang ada di Indonesia.

Di Era millenial sekarang ini, musik Toraja terus berkembang dengan begitu banyak genre yang mewarnai musik-musik Toraja. Kehadiran musisi millenial seperti Pdt. Yusuf Velikarta, Ash-Hymne, Sarpan Paumbunan, Adit Toraja, Yunus Piter Lolang, dan beberapa musisi lainnya serta para penyanyi seperti Hesti Patandean, Evan Julianto Sonda, Tirza Irlian, Kia Ramadhani, Adit Toraja, Tindoki Band dan beberapa penyanyi yang dikenal melalui album Toraja yang begitu memukau telinga para penikmat musik sehingga melalui lagu-lagu yang dinyanyikan menjadi booming di kalangan masyarakat Toraja dan karya mereka menjadi viral bahkan memiliki makna tersendiri bagi warga Toraja. Dengan semangat kearifan lokal yang diangkat dalam lagu yang dinyanyikan membuat  lagu Toraja memiliki ciri khas yang unik. Semoga karya mereka tetap eksis di segala zaman. Bravo!

Penulis : Ben Azel Salu (Mahasiswa Pascasarjana IAKN Toraja)

Post a Comment for "TEMBANG TORAJA BOOMING DI ERA MILENIAL"