Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hubungan Akan Tetap Bertahan Jika Kedua Belah Pihak Sama-sama Menginginkan Kebersamaan


Mati rasa tidak pernah terjadi secara tiba-tiba. Apalagi jika ini dialami oleh seorang istri.

Suami merasa semua berjalan normal, namun tiada angin tiada hujan tiba-tiba: " Boom! Istri minta cerai..."

Apakah ini pertanda istri punya lelaki lain? Belum tentu. Jangan selalu menyalahkan pihak ketiga pada matinya hati dan hambarnya rasa. Sekali lagi ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan sebuah proses yang tidak disadari menggerogoti perkawinan dari dalam.

Istri yang merasa selalu berkorban dalam rumah tangga, dan pengorbanan itu tidak dihargai oleh suaminya.

Istri yang merasa tidak memiliki kesetaraan dalam rumah tangga. Misal hanya suami yang boleh memegang uang, sementara dia tidak. 

Hanya suami yang boleh punya me time, sementara dia tidak. Hanya suami yang bisa membuat keputusan, sementara dia tidak dilibatkan.

Istri yang merasa sendirian mengurus kebutuhan anak, rumah tangga dan semuanya.

Istri yang merasa lelah karena terus menerus memikul beban yang berat, yang seharusnya bukan tanggung jawabnya.

Istri yang tidak didengar keluh kesahnya.

Istri yang terlalu banyak dituntut.

Istri yang merasa timpang dalam hubungan seksual.

Istri yang merasa tidak dihargai oleh mertua dan keluarga besar suami.

Istri yang merasa tidak dicintai.

Semua ini rentan sekali mematikan hati.
Tidak ada variabel orang ketiga di dalamnya. Tapi untuk mengembalikan rasa kembali utuh, sepertinya terlalu melelahkan untuk ditempuh....

Lambat laun, terngiang-ngiang kalimat  ini: "Hidup cuma sekali, lantas untuk apa bersama orang yang tidak bisa membahagiakan diri ini?"

Di sisi lain, suami yang kaget bukan kepalang pun membela diri. Apa salah darinya, ia merasa menjadi ayah yang bertanggung jawab, ia tidak selingkuh, ia pekerja keras, mengapa istrinya bisa mati rasa?

Sekali lagi, hati yang mati sudah melalui beragam proses, dan tlah mengalami banyak kejadian buruk juga kekecewaan yang begitu dalam, dan telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Jangan lihat sedalam apa sebuah luka, tapi lihatlah apa yang bisa dilakukan untuk setidaknya tidak membuat luka itu semakin dalam.

Pernikahan akan bertahan, selama kedua belah pihak masih sama-sama menginginkan kebersamaan.

Hati yang mati masih bisa diobati, Tapi bila "keinginan" yang mati, takkan ada obatnya lagi!

Post a Comment for "Hubungan Akan Tetap Bertahan Jika Kedua Belah Pihak Sama-sama Menginginkan Kebersamaan"